What are you wish for?

Ya, masa lalu adalah milik kita masing2, dan masa depan adalah milik kita bersama. Tapi tahukah kamu kalau masa lalu itu membentuk karakter dan kepribadian seseorang?

6 tahun aku berjuang untuk mewujudkan cita cita menjadi dokter, walau agak setengah hati, aku akui, karna dahulu aku ingin sekali kembali ke kota kelahiranku, sekolah di Surabaya. Tapi orangtuaku tidak memberi restu. Sekedar mencoba tes di surabaya saja aku dihalangi. Kata mereka sama saja lah. Aku menyerah, terlalu mudah memang. Aku pun patuh. Aku hanya mencoba tes masuk kedokteran di kota tempatku bermukim. Alhamdulillah aku lolos.

Hari2 baru berganti. Aku mulai mempersiapkan semuanya untuk menjadi mahasiswa kedokteran. Gampang bagiku mendapat teman, karna lumayan banyak teman smaku yang lolos fakultas kedokteran sama sepertiku. Kemudian, masa ospek pun datang. Aku yang bermental lemah, jadi gampang menangis. Aku yang sehari2 sering dibantu ibuku, jadi gampang mengeluh. Tapi aku tetap memperjuangkannya. Aku ingat kata kakak2 serta dosen2 di kampusku yang sangat memotivasi, kalo sudah terciprat air, nyemplung aja sekalian. Aku tak mau menyerah, aku harus totalitas

Hari demi hari sebagai mahasiswa kedokteran akhirnya kujalani. Rentetan tugas, modul, kuliah, buku teks, praktikum, dan ujian2 aku lalui. Ujian anatomi yang jadi momok mahasiswa kedokteran dengan bel timer nya yang mengagetkan dan bikin otak blank, ujian histologi yang rumit bin mbulet karna pusing bedain preparatnya, serta ujian skripsi yang harus ditempuh untuk mendapatkan gelar sarjana kedokteran. Selain hal akademik, traumatis masa ospek dengan kakak2 tingkat tak membuatku berkecil hati. Aku malah penasaran. Apa sih maksud mereka dahulu dengan didikan macam itu kepada mahasiswa baru. Aku ingin tahu. Awalnya, aku mencoba berpartisipasi di kepanitiaan kampus, kemudian menjadi staf di organisasi kemahasiswaan kampus, di tahun kedua aku dipercaya merumuskan konsep acara ospek mahasiswa baru, dan tahun ketiga aku menjadi pengurus inti organisasi mahasiswa di fakultasku. Wow. Dan aku lulus sarjana kedokteran tepat waktu, tiga setengah tahun. Alhamdulillah

Aku tidak sendiri. Ada ayah, ibu, yangti dirumah. Keluarga yang selalu mensupportku. Ibu mengantar jemputku, walau sampai malam karna aku sibuk rapat organisasi. Yangti yang menemaniku belajar atau kerja tugas hingga larut malam bahkan dini hari, walaupun beliau menemani sambil tidur di kursi sebelah meja belajarku. Ayah yang humoris dan periang, yang selalu tak habis berkelakar dan membuatku tertawa serta lupa berbagai beban ku di kampus. Serta teman2 geng kampusku. Kami menyebut diri kami pokemon. 6 orang cewe2 setrong, yang hampir semuanya juga aktivis kampus mirip aku. Kami sering bersama saat di kelas. Kami juga sering belajar bareng setiap mau ujian atau ketika ada tugas modul. Ketika akhir2 semester saat sibuk skripsi, kami saling mensupport satau sama lain, walaupun tergabung dalam kelompok penelitian yang berbeda. Janji kami adalah kita harus lulus S.Ked bareng. Disaat aku msh aktif di organisasi, sibuk laporan akhir tahun, rapat ini itu, serta harus kerja lab skripsi bersama teman2 penelitian, bbrp tmnku mulai ujian. Aku langsung kebut. Hampir aku putus asa bareng teman penelitianku karena kami harus ganti judul dan ganti variabel. Gila. Gimana caranya aku kebut bareng temanku. Alhamdulillaah.. aku ujian skripsi di thn 2012 awal, 1 bulan sebelum penutupan pendaftaran yudisium, dan partner skripsiku ujian di hari2 terakhir sebelum penutupan yudisium I. Kami lulus bareng, dan aku menepati janjiku untuk lulus barengan pokemon. Kami ber6 lulus bersama sama. Alhamdulillah..

Masuklah kami ke kehidupan klinik, atau yang disebut koas atau pendidikan profesi di RS Saiful Anwar Malang. Koas disini kami tempuh selama kurang lebih 1,5 tahun, apabila tepat waktu-noted. Pokemon berpisah. Lulusan SKed ini dipencar kedalam 14 departemen di RS tersebut. Kami udah jalan sendiri2, jadwal kami sudah berbeda. Udah sangat sulit untuk bertemu atau janjian main. Kebanyakan, pertemuan singkat kami adalah di lorong rumah sakit, ketika kami sibuk mengurusi pasien masing2, itupun hanya say hai sambil agak heboh lalu melanjutkan tugas masing2. Biasanya kami bisa main kalau sedang berada di departemen yang santai, atau habis ujian departemen, itupun juga tidak lengkap. Kehidupan koas itu berkutat di sekitar laporan pagi atau morning report, visite pasien, tulis status di rekam medis, kerja AP ppds, diskusi kasus, tugas2 referat, serta jaga malam. Banyak ya? Wkwkwk. Iya banyak. Maka dari itu, dokter memiliki ikatan dengan sejawat yang cukup kuat. Karena kehidupan kami juga berkutat di sekitar rumah sakit. Kami saling membantu, mengcover, untuk kepentingan pasien. Tak ayal, keluarga dinomor duakan. Pulang kerumah sudah letih dan lelah, lahir dan batin. Apalagi setelah jaga malam, yang dilanjut stase pagi serta baru pulang sore. Dirumah sudah tinggal tidur. Makan kadang tidak teratur. Tidur juga tidak jelas, terutama saat jaga malam dan banyak pasien. Agenda acara keluarga terlewatkan. Hari raya dan tanggal merah diisi dengan jaga UGD. Percayalah, setiap dokter pasti pernah mengalami hal tersebut.

Kadangkala aku lelah dan capek. Sering dimarahi ppds, tugas banyak dan belum selesai padahal sudah dekat deadline, rentetan jadwal jaga malam yang terus bertumpuk, pasien banyak saat jaga malam dan mepet banget untuk bikin laporan morning report, pasien dengan kondisi jelek, pasien meninggal, menyampaikan berita buruk ke pasien dan keluarga, tidak tidur saat jaga malam, itu sudah sering sekali. Sesekali aku menyempatkan diri membaca buku2 humor yang lucu, dan terkadang aku tertawa sendiri, kadang menertawakan isi buku, kadang menertawakan diri sendiri. Wkwk. Yeah, it keeps me sane.

Trauma?

Kuakui, ada beberapa departemen yang membuatku trauma. Cita2ku dulu saat sma adalah menjadi dokter, karna aku ingin menurunkan angka kematian ibu hamil yang merupakan tujuan MDGs 2015. Cukup ambisius kan untuk level anak sma? Tapi setelah aku koas dan melewati departemen obstetric dan gynecology atau kandungan, mimpi itu pudar. Aku trauma. Ppds dan bidan yang kadang tak masuk akal, korden diikat atau sapu ditaruh dibelakang pintu untuk menolak pasien. Dimarahi ppds karena saat jaga malam dengan ybs pasienku selalu banyak. Salah gue ya? Atau salah temen2 gue? Itu kejadian yang sangat bikin sebel dan bete. Sampai aku diasingkan dari kamar bersalin dan dimarah2i. Setelah saat itu aku bersumpah ga akan ikut campur di bagian obgyn kalau gak dikonsuli. Apalagi kalo dengar pendapat dari bagian lain. Ppds obgyn terkenal gaduh gelisah, heboh sendiri, sampai hal2 kecil aja dikonsulkan ke bagian lain, ckckck

Sudah deh perkara obgyn, wkwk, capek bgt ngomonginnya, bawaannya pingin ngilang aja kalo jaga di kamar bersalin (>,<). Berasa banget ya bencinya ke obgyn, jangan2 habis ini cinta mati deh, jadi SpOG? Wkwkwk, nah lho kapokmu kapan (>,<). Karna by the way, sampai sekarang aku jg msh bingung kalo ditanyain pingin lanjut ambil spesialis apa, wakakakaka, harahhh!

Dan kegalauan ku ini, ditambah badan lagi melar, perut buncit sambil ada yang nendangin usia 6bulan di uterusku, fluktuasi hormon, bikinlah bumil satu ini makin baper. Bawaannya pingin marah2, trus mewek, trus marahi suami, sama nyalah2in suami. Hehe. Secara gue sekarang kerja di RSIA aka rumah sakit ibu dan anak. Apa nggak tambah baper menjadi2?? Ada pasien abortus baper, pasien IUFD baper, pasien jerit2 kesakitan pas partus normal baper. Udah lah dok, pulang aja dok kerumah daripada kebanyakan baper. Well, i wish..

Nah ini, kadangkala, nggak sedikit, kami2 para wanita, yang sekolah susah2 sampai lulus jadi dokter, yang udah ngabisin banyak duit orang tua, keringat dan peluh mereka, keringat dan peluh kita sendiri, sampai berdarah2 lah tangan kita belajar buka ampul obat, menyerah saat memasuki jenjang pernikahan. Menyerah pada mimpi saat lajang dahulu. Menyerah untuk mengejar karir. Menurunkan ego, menurunkan standar. Tak ingin menomorduakan keluarga, pingin ikut berbagai acara keluarga, ingin mengurus sendiri anak karena tidak ingin melewatkan golden period mereka, ingin selalu ada untuk keluarga terdekat. Karena kadang kami lelah mengurusi nyawa orang lain disaat keluarga sendiri terbengkalai. Lelah mengurusi pasien saat badan sendiri tidak terurusi, lelah memberi nasihat pasien disaat diri sendiri juga butuh diperhatikan. Saya lelah..

Ini bukan akhir segalanya. Percayalah ayah, ibu, aku tak akan membuang sia2 kerja kerasmu menyekolahkanku hingga setinggi ini. Aku hanya ingin istirahat. Ketika lelah, aku akan belajar untuk istirahat, bukan berhenti. Itu yang ingin aku lakukan sekarang. Bolehkah?

(T,T)

 

Malang, 23 maret 2017

00.25 WIB

Sedang jaga malam

Kosmetik yang aku pakai, aman kah untuk janin?

Well, lagi hamil dong. Tapi ga menghalangi untuk tampil cantik kan? Sebenernya aku pas lagi hamil ini makin males aja. Mandi males, wkwk. Ngapa2in males (kalo ini mah alesan). Maksudku jd males merawat diri gitu. Mandi aja males pake sabun wangiku aneka buah dan bunga. Eneg. Malah bikin mual muntah. Alhasil sabun mandi punya suami aku pake aja. Yang Judulnya B***e Men, iya, sabun cowo yang aku pake. Wkwkwk.

Dipikir2, kehamilan ini rentan banget ya. Semua2 harus diperhatiin. Dengan background pendidikan ku sebagai dokter, otomatis tau lah obat mana2 aja yang aman untuk bumil, dan obat mana yang ga boleh dikonsumsi. Obat2 yang ga boleh dikonsumsi bumil, bisa berakibat fatal ke janin lho. Mulai dari mengganggu tumbuh kembang janin sampai bisa bikin kecacatan. Nah serem banget kan? Kalau semakin dikembangkan, ternyata di masyarakat timbul berbagai kepercayaan tertentu untuk bumil. Katanya bumil ga boleh makan nanas, ga boleh minum es degan, dan ga boleh ga boleh lainnya. Aku senyumin aja lah. Coba kalau diikuti dengan alasan yang logis, missal bumil lebih baik tidak makan kerang2an. Kenapa? Setelah baca2 lebih lanjut, ternyata kerang itu makan sampah2 di laut, semacam omnivore gt, sampah laut termasuk di dalamnya adalah mineral logam (merkuri, tembaga) yang tidak baik bagi perkembangan janin (babycentre.co.uk), atau juga tidak disarankan makan keju yang tipe Danish blue karena di keju tersebut tidak dipateurisasi sehingga khawatir malah terinfeksi bakteri Listeria. Nah kalo gitu kan ilmiah dan terpercaya, bener gak bu ibuk?

Next, selain makanan, apa aja sih yang bikin bumil galau. Buat mereka2 yang bekerja alias ibu ibu wanita karir, pasti more or less agak galau dengan ini. Can you guess what it is? Yep. Pemakaian make up serta produk2 skincare. Jaman masih single atau belum hamil nih, bebas2 aja mau milih skincare apa saja asalkan cocok dan aman untuk kulit. Tapi kalo udah positif hamil, harus hati2 juga ya buk ibuk. Etapi jg ga perlu kelewat parno dengan ga pake bedak dan sabun sama sekali ya, khusus ibu rumah tangga sih ini. Kalo ibu2 wanita karir yang mau ga mau harus pake produk skincare untuk menjaga penampilan demi menjaga profesionalitas kerja, ini aku kasih bocoran tips and trick serta kandungan apa aja di dalam kosmetik yang tidak baik bagi ibu hamil dan janinnya:
(sumber: babycentre.co.uk)

skin-care-csometics

is it safe?

  1. Retinoid
    Kandungan yang cukup kuat ini dapat ditemukan di pelembab anti penuaan, membantu mengurangi keriput dan memperbaiki kekenyalan kulit. Retinoid adalah turunan vitamin A yang mampu mempercepat pembelahan sel (mempercepat regenerasi kulit) dan mencegah kerusakan kolagen kulit.
    Retinoid adalah salah satu kandungan dalam produk perawatan kulit yang oleh para ahli, termasuk Baumann, rekomendasikan untuk tidak dipakai oleh ibu dengan program hamil. Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin A dosis tinggi selama kehamilan berbahaya bagi janin. Retinoid oral berupa isotretinoin (missal: Accutane, merk obat jerawat) diketahui menyebabkan defek ke janin.
    “Tidak ada data yang menunjukkan kandungan retinoids berbahaya saat digunakan dlm bentuk krim, tapi para dokter hanya bersikap waspada”, jelas Baumann
    Bentuk yang mungkin ada dalam produk:
    Differin (adapelene)
    Retin-A, Renova (tretinoin)
    Retinoic acid
    Retinol
    Retinyl linoleate
    Retinyl palmitate
    Tazorac dan avage (Tazarotene)
  2. Asam Salisilat
    Asam salisilat digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit kulit, termasuk jerawat, dan dapat ditemukan di beberapa produk skincare seperti cleanser dan toner wajah. Kandungan ini membantu penetrasi minyak wajah untuk masuk ke dalam pori dan membersihkan sisa kulit mati. Asam salisilat termasuk golongan aspirin, dapat mengurangi keradangan atau kemerahan di kulit. BHA, atau beta hydroxyl acid, bentuk asam salisilat dan digunakan di beberapa salep exfoliant untuk membalik proses penuaan.
    Asam salisilat harus dihindari oleh ibu hamil. Asam dosis tinggi dalam bentuk oral telah terbukti dari studi terkait menyebabkan defek kehamilan dan beberapa komplikasi kehamilan.
    Dalam produk:
    Salicylic acid
    Beta hydroxyl acid
    BHA
  3. Kacang kedelai
    Saat pelembab dan produk facial aman untuk dipakai, “Kacang kedelai dapat menyebabkan mask of pregnancy (flek hitam di kulit wajah) memburuk”, kata Baumann.
    Kacang kedelai memiliki efek estrogenic, dapat membuat flek hitam, atau melasma atau chloasma, semakin buruk, jelas Baumann.
    Dalam produk:
    Lethicin
    Phosphatidylcholine, Soy, Textured vegetable protein (TVP)
  4. Produk anti jerawat

Banyak wanita kulitnya tiba tiba berjerawat pada trimester pertama karena perubahan kadar hormone estrogen, bahkan pada mereka yang berkulit mulus. Kalau anda bermasalah dengan jerawat selama masa kehamilan, dokter kulit anda mungkin akan meresepkan krim antibiotic yang aman, saran Baumann (babycentre.co.uk), atau berkonsultasilah dengan dokter kulit terdekat.
Bila anda memilih untuk tidak pergi ke dokter, Baumann merekomendasikan memakai sabun wajah dengan kandungan asam salisilat tidak lebih dari 2% (lihat prosentasenya di label produk). Dalam kadar yang rendah, masih dalam batas aman.
Namun bila anda ingin memastikan kembali, tanyalah pada dokter kandungan atau bidan sebelum memakai. Apa yang harus dihindari selama mengobati jerawat di masa kehamilan, hindari lotion jerawat, gel dan krim, serta home peeling, yang mungkin mengandung asam salisilat atau retinoid. Serta hindari mengkonsumsi obat yang mengandung retinoid Accutane.
Dalam produk:
Beta hydroxy acid (BHA)
Differin (adapelene)
Retin-A, Renova (tretinoin)
Retinoic acid
Retinol
Retinyl linoleate
Retinyl palmitate
Salicylic acid
Tazorac dan avage (Tazarotene)
Tretinoin

5. Penghilang dan penipis rambut /wax

Adanya losion yang dapat menghilangkan rambut anda secara kimia atau menipiskan rambut antara waktu bercukur adalah mimpi yang jadi kenyataan sehingga anda dapat melihat betis mulus anda. Kabar baiknya, produk ini bebas resiko lho..
Tidak ada kandungan khusus yang harus dihindar pada pemakaian tipe produk seperti ini, ujar Baumann (babycentre.co.id), satu-satunya resiko adalah alergi.
Catherine Lynch, kepala divisi general obstetrik dan ginekologi di Univ South Florida mengatakan, “Selama anda menggunakannya sesuai petunjuk, itu bukan suatu masalah. Ini adalah larutan topical yang tidak diserap kedalam aliran darah, sehingga tidak berpengaruh pada bayi”.
Jika anda dahulu memiliki reaksi kulit alergi terhadap krim penghilang dan penipis rambut, anda sebaiknya menghindarinya selama hamil.
Beberapa wanita kulitnya menjadi ekstra sensitive selama hamil, jadi anda mungkin bereaksi terhadap krim tersebut. Sebelum mengoleskan pada seluruh kaki, lakukan tes tempel di kulit belakang lutut dan tunggu selama 24 jam untuk melihat reaksinya.
Dalam produk:
Potassium Thioglycolate
Calcium Thioglycolate
Sodium Hydroxide
Sanguisorba Officinalis Root Extract
Hydrolyzed Soy Protein

6. Tabir surya

Kehamilan tidak mencegah untuk bermain di pantai kan? Tentu bila pergi ke pantai, kita gak boleh lupa untuk membawa tabir surya. Tabir surya atau sunscreen, termasuk kandungan yang dapat terserap kulit, aman digunakan bumil, ujar Baumann

Kandungan yang masuk ke dalam kulit ada dalam konsentrasi yang rendah, dan tidak perlu dikhawatirkan. Pilih titanium dioxide dan zinc oxide, sunscreen yang kuat namun tidak terserap ke dalam kulit.
Selain penambahan tabir surya, dianjurkan juga selektif, yaitu menghindari sinar matahari pada pukul 10 pagi s/d 4 sore, memakai topi, kacamata hitam, dan pakaian untuk melindungi dari sinar matahari, serta mengoleskan tabir surya setiap 2 jam sekali. Jika anda memiliki melasma, anda dapat menambahkan UV protector dengan pencerah kulit, tambah Baumann.
Dalam produk:
Titanium dioxide
Zinc oxide
Avobenzone
Oxybenzone
Dioxybenzone
Benzophenone
Octyl methoxycinnamate
Para-aminobenzoic acid
Octocrylene

7. Make up
Anda mungkin tidak berpikir 2x pada produk make up anda, namun kosmetik adalah sesuatu yang dipertimbangkan ketika anda hamil, ujar dokter Johnson, ahli dermatologis (babycentre.co.uk).
Banyak produk make up dipasarkan “noncomedogenic” atau “nonacnegenic”, berarti make up bebas minyak dan tidak menutup pori pori. Produk ini aman dan tidak mempengaruhi kesehatan bayi anda.
Hindari kosmetik yang mengandung retinol atau asam salisilat (ada dalam beberapa make up untuk kulit cenderung berjerawat)
Bila anda ingin sangat hati2 selama hamil, cobalah beberapa make up dengan hanya kandungan mineral. Kandungan produknya berada di permukaan kulit dan lebih tidak menyebabkan iritasi.

Kesimpulan:
Saat anda hamil, penting untuk mendiskusikan produk yang diaplikasikan ke kulit dengan dokter anda. Bila anda menyadari anda memakai produk yang berbahaya bagi ibu hamil, tidak perlu panic, ujar dokter Johnson. Segera hentikan pemakaian produk tersebut dan hanya gunakan produk yang aman. “Sebagian besar produk over-the-counter oleh merk yang terpercaya adalah aman, dan bila anda memakainya pada kurang dari 10% total permukaan kulit, resiko efek sistemiknya sangat rendah”, ujar dokter Johnson.

reviewed by me: 😜😜😜

Kegalauan bumil

Chapter baru released! Chapter baru dalam kehidupan gue nih ceritanya. Jadi buk ibuk yang baru merit, gimana kabarnya? Galau pulang honeymoon, suami udah balik kerja di kota lain jd mesti LDM? Galau pulang honeymoon udah balik ke rutinitas kerja aja padahal pengen ngerasain jd ibu rumah tangga dan ngutek2 isi dapur dirumah #eh #guebangetbukannih? #curhatcolongan? Atauu 2 minggu post merit, kudunya waktu menstruasi, taunya dia ga dateng2? Ditunggu 3 hari tak datang jua? Wah deg2an gak nih.. gue hamil kali ya? Iya kali. Tes gak ya? Aduh deg2an nih. Dan akhirnya di suatu pagi yang dingin habis ibadah shubuh pun, dikala rasa penasaran udah sampai ubun2, dibukalah segel kertas bungkus test pack yang kemarin malem habis beli apotik nyolong2 umpetin dari suami. Ciyee mau bikin surprise nih yee… hihihi

17-01-16-07-47-05-048_deco

my test pack result!

Urin rampung ditampung di wadah plastic, dicelupkanlah stik testpack yang tadi udah dikeluarin dari tempatnya (duh rinci banget kayak mau share resep masakan 😛 ), tunggu semenit. Voila! Apa hasilnya? Garis 2? Aku hamil?? Garis 2! Aku hamil! Yeaayy.. cepret cepret, hasil difoto, bekas testpack dibuang, nyamperin suami di kamar #hayomaungapain #eh. Gue orangnya cuek sihh, males ribet, males mikir, wkwk. Ga pake acara dinner romantic berdua trus tiba2 ngutarain isi hati #eh, kasi kabar gembira maksudnya , atau ngasi surprise kado isinya kaos kaki bayi, hihi. Gue mah males ribet. Langsung slonong boy bilang ke suami. Responnya: Alhamdulillahh sayang *sambil elus2 perutku dengan penuh kasih*, aku yang notabene masih cukup ababil untuk usia 26thn, masih pengen pacaran dulu, jalan2 dulu, main dulu sama suami, tanpa sadar berkaca kaca dan ikut terharu. Hadiah yang Allah kasih, rejeki yang Allah berikan buat aku, gak kurang2. Fix mulai saat itu tubuhku berubah dan aku harus belajar banyak2 bersyukur.

questioning

I still thinking about how could i become a doctor. maybe it’s all about luck. i got lucky, i got the chance bigger than anybody does. what was i doing? maybe because of many days and months sleepless nights. maybe because i had, no, i am having a great friends, sister, pals, 5 girls in a group named pokemon. maybe.. maybe.. maybe

i still wonder..

*pardon my random thought in a wander mind*

morningscrewed!

tetiba aku pingin ngomongin tipikal lelaki idaman. no hurt feeling, no heart involved, just any other thinking from my brain

mumpung masih single, boleh kaaann menobservasi berbagai macam lelaki. mungkin saya bisa bilang gini dari pengetahuan berinteraksi dengan lawan jenis. kind of interesting though.

pertama, mungkin kamu akan menemukan tipe lelaki unyu2 dan jiwitable. lelaki ini lucu banget, bikin gemesh. uwuk2able #apasih. dia baik. mungkin tipe stalking, klo kamu ga ada baru dia ngehubungin. hihi. tapi gitu. chat annya ngebosenin, bikin ngantuk. etapi jangan salah, tiba2 aja dia kasih perhatian yang ga terduga. aiihhh aku blushing mamaa..

and, lelaki macam bgini ga aneh2, orgnya sederhana, tapi tanggap. dia mungkin ga bakalan nuntut macem2 dari kamu. your appearance once a day or your short conversation with him maybe already makes his day #isitreally?

tipe kedua, tipe he can treat you very well. ati2 sih, tipe begini cewenya banyak, ato paling ga fansnya banyak, haha. kalo elu ga struggle buat cowo macam gini, yaudah ke laut aja lah. haha. he really treats you well, gives you his time, good disscussion partner, sometimes he’s a visioner and good dreamer. he’s smart.

tapi ya itu, with his good capability, dia pasti juga bakal nuntut kamu macem2, ya ga salah juga. namanya relationship kan take and give. cuman buat org cupu relationship macam gue, hubungan kayak gini doesn’t work with me. i just don’t know. dan anehnya, lelaki begini mah ya, klo lagi perhatian dan show his affection, berasa annoying banget, untuk cewek macam gue. nah aneh kan? haha

ada tipe yg lain ga? pingin tauu.. mumpung gue lagi observasi nih

1 tahun di Madiun

midnite, suddenly a lot of random thought crossing my mind

yep. satu tahun di Madiun. berkesan. menyenangkan. tetiba keingat jaman stase poli interna, datang jam setengah 6 pagi untuk visite pasien satu bangsal lanjut jaga di poli mulai jam 9 sampe pasien habis. pasien habis means sampe habis *yaiyalah. bisa nih nyampe 120pasien, hari senin terutamaaa.. untung dokter umum ada 2, dokter spesialis dalam ada 1, dibantu 2 orang perawat. byuh.

tetiba teringat kegaduh gelisahanku ketika di poli bedah. dimana pasiennya macem2, kudu pinter2 komunikasi, kasih informasi dan edukasi ke pasien. dimana keputusan pasien ini operasi ato gak ditangan gue. dimana spesialis bedahnya cuma terima kerjakan di kamar operasi. dimana jadwal operasi pun diserahkan ke gue. dan dimana aku jadi satu2nya penguasa poli bedah, operasi minor langsung digarap sendiri. gosh. untung perawat poli bedah sungguh salut dan perkasa,walau cuma 2 orang. hebat!

inget2 waktu jaga ugd. pas lagi luang belajar bareng sm dr.T….., fungsional di ugd rsud sogaten. kita belajar cardio, jaahahahahaha. mentang2 kita habis gitu ikutan simposium cardio di surabaya. inget pas jaga ugd di hari raya, h+2 sih sebenernya. dan meja ugd isinya kue lebaran semua, hahaha. inget jaga ugd si mas dony selalu setel musik bazzoka tembang jawa. ampun maass.. wkwkwkwk.

inget juga jaga ugd pagi, dimana aku benci banget karena berasa ga guna. karena itu dokter fungsional ugd pagi sangat rajin, cepat dan cekatan. kita2 dokter internsip mah lewat, ga ada apa2nya. tapi di pagi menuju siang itu kita dpt pasien CVA, yang awalnya GCS 446, terpasang O2 dan infus, tetiba kolaps dan apnue. gosh. pas banget yaaaa kita habis diskusi dan kupas tuntas buku acls bareng dr.F….. dan dr.S….. penanggung jwb HD. alamak yaaa langsung lah cpr, bertiga kita kerjasama, aku gntian cpr, dr.F leader, dr.S nyatet obat. 20mnt lewat, tanpa disangka pasien ROSC alias kembali denyut jantung. subhanallah rasanyaaa.. tdk ada yg bisa menggantikan. setelah stabil pasien di transfer ke ICU

tetiba kangen kelakuanku yang ngrepoti malem2 yaitu ngetok mbak apotik pemegang kunci rak kue yang lagi bobo gegara kelaparan dan mau beli kue dan susu di koperasi. kangen makan soto di puskesmas. kangen nebeng bu bidan tiap ke pustu ato nebeng pak perawat tiap ke posyandu lansia. kangen diskusi sama partner miniproject puskesmas saya, kangen oper2an pasien gak jelas sama dia, bahahahahak.

Time has passed. It all saved in my memory. Became a history. and surely it was a good time.

 

Confusion – brainstorming

images (8)

*written once upon a day, in a bright and sunny Saturday morning – bersih2 tumblr part 3

Yuk. Jd pagi ini ceritanya saya udh sampe rs jam 6 pagi, wkwk. Pdhal poli tht dan konsulen tht baru datang jam 8. Ahahaha. Guess what? Sy nemenin temen visit pasien di bangsal anak. Etapi aku ga guna jg ya, dia visit, aku duduk manis di ruang perawat, hihi

Pagi ini, entah kenapa, bnyk pikiran2 yg terlintas. Salah satunya yg masih jadi pertanyaan besar bagi saya adalah, why me? Kenapa dulu jaman koas gue harus ujian interna sama konsulen paling killer se rs. Apa salah gue? Biasanya yee.. Konsulen ybs langganan ujian sama dua macam koas: yg pertama patol bangeett.. Pencilakan, ketauan ngilang pas jam stase ato jaga, ga bener, attitude jelek. Tipe kedua, adalah tipe koas pinter bingiiittt.. Cerdas, dan paling pinter se angkatan interna saat itu. Nah gue? Boro2 pinter, jaman koas dulu, visit pasien aja kelabakan. Maju responsi juga jawaban gue ga 100% oke bingit yg bikin konsulen manggut2. Tapi klo dibilang patol banget juga ga terima gue. Secara gue klo jaga malam jam 4 sore teng habis operan sdh di ruangan. Kemana2 blg perawatnya. Klo ngantuk bgt jg ketiduran di ruang perawat. I’m not going anywhere!

Sampailah gue jd koas senior. Waktunya sibuk ujiaaannn. Gue sumpah antara ndredek sm ga percaya ujian sm konsulen yg terkenal seantero rs galak dan disiplin sama koas. Ppds aja tnya ke gue. Dek, km ujian sm konsulen A ya? Aku dlm hati jerit2, ampun dok saya juga ga tauuu.. Huhuhu

Daaann pas jaman saya senior, junior saya bermasalah. Attitudenya krg oke. Konsulen ybs ga suka sm junior gue. Alamakk. Akhirnya gue mikir, kayaknya gara2 gue gak bener nih ndidik junior. Yaudah deh, gue pasrah, ujian ayo dah ujian aja. Gue kudu belajar

Saat ujian tibaaa.. Gue 3x ngadep beliau, mulai dr bedsite ke psien langsung, ujian lisan, tulisan, sm dikasi peer. Udh. Anehnya, sebelum ujian pagi itu beliau malah cerita dan kasih nasihat ke gue. Beliau bilang gini ke gue. (Sdh disadur ssuai ingatan penulis). “Bayangkan apabila saudara menjadi dokter di daerah yg sangat membutuhkan saudara. Disana ga ada dokter, tempatnya jauh di pucuk gunung. Saudara satu2nya dokter disana. Bayangkan bila ternyata posisi anda sangat membantu masyarakat disana. Dan ternyata stlh jaman globalisasi adanya internet, saudara mampu menulis pengalaman saudara. Mreka smua yg di tempat lain jadi tau akan keadaan kesehatan di tempat saudara ptt. Dunia jd terbuka matanya”. Gue, dengan jas koas lengan panjang kebanggaan, nametag dokter muda, pikiran udh merapal lab pasien dan teori ujian, seketika berkaca2, dan netes. Sumpah, gue pengen ngrasain itu. Gue pengen ada disana. Merasakan jd ujung tombak kesehatan. Merasakan susah payahnya pasien hanya utk menjangkau puskesmas terdekat kudu menempuh berkilo2 jauhnya. Merasakan hangatnya senyum pasien gue yg akhirnya diijinkan Allah untuk sembuh. Hal yang tidak mampu tergantikan oleh apapun, bagi seorang dokter.

Sekarang, sudah hampir 2tahun kejadian gue ujian akhir interna sama beliau. Alhamdulillah, nilainya oke sih, hehe. Tp satu hal yg bakalan gue inget dari pengalaman ujian gue kali itu serta hikmah yg bisa diambil. Gue ga akan menyerah, untuk mereka diluar sana, yg bersusah payah cari pelayanan kesehatan, untuk ibu2 yg berjuang melahirkan buah hatinya. Untuk ujung tombak puskesmas yg blusukan ke desa2 nun jauh disana untuk memastikan semua anak dapat vaksinasi. Aku gak akan menyerah.

-dokter internship yang lagi duduk manis di suatu pagi yg selow di bangsal anak, RSUD Kota Madiun-