No Judgement please

Ini sering banget aku rasain. No judgement please. Kalo peribahasa kerennya sih don’t judge a book by it’s cover.

Image

Memang sih ga salah kalo orang bilang first impression itu penting banget. Tapi ya memang perbuatan kita itu kudu ada dasarnya dan harus ada batas2nya. Yuk cerita contoh simplenya :

” Cerita latar belakang di UGD. Ada OB bedah dateng, aku langsung tanggap nyari handscoen dan segala atribut perang lainnya untuk bersiap ngerjakan AP, hehe. Trus salah seorang “junior”ku gak enak banget bilang gini : “Aduh ribet amat sih pake handsoen segala, manja ih”. Haloooooo???? Lu udah belajar universal precaution? Lu udah ngrasain belum tangan berdarah2 gara2 kudu cepet2an mbuka ampul obat? Aduhh.. ya paham sih saya, dia mmg baru beberapa hari junior bedah, jd ya belum ngarasain ya. Mungkin lebih baik kalo dia mengungkapkannya dalam bentuk kalimat tanya daripada kalimat komentar bgitu, hhe “

Okee.. lanjut cerita kedua :

Kali ini ceritanya lebih kalem, hehe. Maap! Jadi disini aku akan bercerita bahwa agamaku, Islam, itu sungguh meneduhkan dan mendamaikan. Ketika ada semacam quote bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat dari sapa saja teman bergaulnya, saya setuju bangettt.. Cuma mungkin saya berada di lingkungan yang tidak bisa saklek kamu bergaul dengan orang yang sepikiran, sehati, dan se aliran denganmu. Kesibukan masing2 yang membuat kamu belum tentu setiap hari bertemu dengan teman-teman favoritmu. Kamu harus bisa berinteraksi dengan banyak kalangan, dalam berbagai kondisi. Saya juga bersyukur memiliki ayah, ibu, eyang yang tidak sepenuhnya mensupport, tapi tanpa mereka sadari keseharian seperti ini membuat saya belajar untuk berprinsip. Bahwa bertemanlah dengan siapa saja, membaurlah. Saya pernah maen dengan teman2 dari macem2 latar belakang, saya makan dengan siapa saja, saya bercerita dengan siapa saja. Memang sangat meneduhkan dan mendamaikan ketika ada waktu luang dan bermain dengan teman2 seperjuangan mulai awal kuliah dulu yang memiliki pikiran yang sama, memiliki idealisme yang sama. Disaat itulah saat semacam kamu ter-charge kembali. Idealismemu ter-upgrade. Tapi saat kesibukan kembali menerpa, tetap harus dijalani dengan ceria dan hati senang. Saya berusaha seoptimal mungkin untuk meresapi setiap proses yang saya jalani, karena pilihannya hanyalah menikmatinya dan tetap hepi hepi, atau kamu akan terus mengutuk ketidaksesuaian ini semua dengan anganmu. Bertemanlah dengan siapa saja kawan, jalin silaturahmi dengan setiap manusia makhluk Allah SWT karena Islam itu Rahmatan lil Alamin. Tapi berilah batasan kawan, ketika menyinggung keyakinan, katakanlah “Bagiku agamaku dan Bagimu agamamu”. Saya senang berada di lingkungan saya sekarang. Saya bersyukur banyak orang-orang baik disekitar saya.

Terakhir, doaku yang paling khusyuk, lancarkan jalan kami menjadi dokter ya Allah, dan dapat segera bermanfaat untuk kesehatan umat dan semesta 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s